Author: Osho Indonesia

MENGUTUK DIRI SENDIRI

Banyak pintu terbuka – tetapi pintu pertama selalu tentang penerimaan. Jika engkau mengutuk dirimu sendiri, segala sesuatunya tetap tertutup karena engkau bahkan belum membuka pintu pertamanya. Setiap anak dibesarkan dalam pengutukan. Setiap anak diberitahu bahwa ia tidak diterima sebagaimana adanya. Jika engkau melakukan hal-hal tertentu yang diinginkan orang tua untuk engkau lakukan, engkau baik. Jika engkau melawan mereka, engkau jahat. Jadi tindakan-tindakanmu memutuskan apakah engkau akan dicintai atau tidak, bukan keberadaanmu. Seorang anak perlahan-lahan mulai belajar bahwa ‘Aku tidak berharga dalam diriku sendiri. Aku tidak memiliki nilai hakiki. Jika aku melakukan hal-hal tertentu yang menurut orang-orang tua itu baik,...

Read More

MEDITASI DAN KUNDALINI

Pertanyaan: Apakah bermanfaat untuk membayangkan dan mengetahui apa yang sedang terjadi selama meditasi – misalnya, pergerakan kundalini dan pembukaan cakra? Jawaban OSHO: Cakra itu ada, tetapi jumlahnya berbeda dalam setiap individu. Orang mungkin punya tujuh, orang lain mungkin punya sembilan; orang lain lagi mungkin punya lebih banyak, orang lain lagi mungkin punya lebih sedikit. Itulah alasannya mengapa begitu banyak tradisi yang berbeda telah berkembang. Umat Buddha berbicara tentang sembilan cakra, umat Hindu berbicara tentang tujuh, orang Tibet berbicara tentang empat dan mereka semuanya benar! Akar dari kundalini, jalur yang dilalui kundalini, juga berbeda dalam setiap individu. Semakin engkau masuk...

Read More

KETIDAKNYAMANAN TUBUH SAAT BERMEDITASI

Pertanyaan: Osho, dalam meditasi, gangguan sering berupa rasa sakit fisik. Bisakah engkau berbicara tentang bermeditasi akan rasa sakit saat rasa sakit sedang terjadi? Jawaban OSHO: Inilah yang sebelumnya aku bahas. Jika engkau merasa sakit, jadilah penuh perhatian padanya, jangan melakukan apa pun. Perhatian adalah pedang yang besar – pedang itu memotong segalanya. Engkau cukup memperhatikan rasa sakitnya. Misalnya, engkau sedang duduk diam di bagian akhir dari meditasi, tidak bergerak, dan engkau merasakan banyak masalah di dalam tubuh. Engkau merasa kakimu mati rasa, ada rasa gatal di tangan, engkau merasa semut sedang merayap di tubuh dan engkau telah melihat berkali-kali...

Read More

DOA

Doa tidak memerlukan kata apa pun. Apa yang ada untuk dikatakan kepada Tuhan? Dia sudah mengetahuinya. Dan jika sesuatu tidak diberikan, itu hanya berarti bahwa hal itu tidak dibutuhkan. Dia lebih bijaksana daripadamu, tetapi orang-orang terus menasihati-Nya: “Lakukanlah ini, lakukanlah itu, berilah aku ini, berilah aku itu,” seakan-akan Tuhan itu tidak cukup bijak. Semua doamu hanyalah nasihat, dan orang-orang terus mendesak setiap hari. Ini seperti menggerutu kepada Tuhan. “Berapa lama engkau tidak akan mendengar? Aku terus meminta pagi dan malam….” Bagiku doa tidak ada hubungannya dengan kata-kata. Doa adalah rasa syukur dalam hening; doa itu benar-benar hening, tetapi rasa...

Read More

RUMITNYA MEMILIH JALAN DAN METODE

Tubuh memiliki begitu banyak jalan. Tubuh dalam dirinya sendiri adalah dunia yang luar biasa. Engkau bisa bekerja melalui pernapasan, dan melalui pernapasan engkau bisa melakukan lompatannya. Engkau bisa bekerja melalui seks, dan melalui seks engkau bisa melakukan lompatannya. Engkau bisa bekerja melalui kesadaran – yaitu, secara langsung melalui kesadaran – dan engkau bisa melakukan lompatannya. Bekerja langsung pada kesadaran ini telah menjadi salah satu jalan terdalam, tetapi bahkan satu jalan tunggal pun bisa digunakan dalam begitu banyak cara. Engkau harus memahami kerumitan ini. Misalnya, satu jalan bisa digunakan dengan begitu banyak cara. Orang bisa menggunakannya dengan mobil, yang lainnya...

Read More