Doa tidak memerlukan kata apa pun. Apa yang ada untuk dikatakan kepada Tuhan? Dia sudah mengetahuinya. Dan jika sesuatu tidak diberikan, itu hanya berarti bahwa hal itu tidak dibutuhkan. Dia lebih bijaksana daripadamu, tetapi orang-orang terus menasihati-Nya: “Lakukanlah ini, lakukanlah itu, berilah aku ini, berilah aku itu,” seakan-akan Tuhan itu tidak cukup bijak. Semua doamu hanyalah nasihat, dan orang-orang terus mendesak setiap hari. Ini seperti menggerutu kepada Tuhan. “Berapa lama engkau tidak akan mendengar? Aku terus meminta pagi dan malam….”

Bagiku doa tidak ada hubungannya dengan kata-kata. Doa adalah rasa syukur dalam hening; doa itu benar-benar hening, tetapi rasa syukur yang lebih dalam. Doa itu mungkin hanya jika engkau belajar bagaimana untuk menjadi bahagia; jika tidak, tidak akan ada apa pun untuk disyukuri.

Biarlah hidupmu menjadi hidup dengan cinta dan tawa dan engkau akan mulai merasakan kehadiran halus dari rasa penuh doa di dalam dirimu. Dan rasa penuh doa itu tidak akan menjadi Kristen, Hindu atau Islam, itu hanya akan menjadi rasa penuh doa.

OSHO