Cinta harus menjadi pusat dari seluruh hidupmu. Apa pun yang engkau lakukan, harus diingat bahwa engkau melakukannya karena cinta, bahwa engkau melakukannya untuk cinta. Ini perlu menjadi bagian dari hatimu yang bertumbuh, hanya dengan itu seseorang bisa masuk ke dalam dunia ilahi. Setiap tindakan harus menjadi begitu penuh kasih, begitu penuh bakti, sehingga ia mengambil rasa dari doa. Maka tidak ada yang harus dibagi menjadi suci dan duniawi; tidak ada pembagian. Cinta tidak mengenal pembagian: tidak ada yang kecil dan tidak ada yang besar. Untuk cinta semua adalah sama, bahkan membersihkan lantai atau mandi atau memasak makanan atau berjalan di bawah sinar matahari pagi ….

Setiap tindakan harus menjadi sepenuh hatimu. Ini tidak usah hanya dilakukan dengan dangkal, mekanis/seperti mesin. Rasa sepenuh hati harus menembus, dan kemudian seluruh hidupmu menjadi doa. Dan kecuali dan sampai seluruh kehidupan adalah doa, Tuhan tidak terlihat dan tetap tak terlihat. Hanya mata cinta yang membuat seseorang mampu melihat apa yang tidak dapat dilihat, dan mendengar apa yang tidak dapat didengar, dan merasakan apa yang tidak dapat dirasakan.

Tuhan tetap menjadi satu misteri karena cinta kita yang kurang. Logika ada disana dan cukup, lebih dari yang dibutuhkan, tapi hati itu kosong; kepala itu terlalu penuh dan hati itu benar-benar kosong. Seluruh proses harus dibalik: kepala harus menjadi kosong dan hati harus menjadi penuh. Itulah penukaran/ perubahan itu, memindahkan energi dari kepala ke hati.

OSHO ~ Darshan Diary, Chpt 10