Aku belum pernah bertemu dengan seorang wanita India mana pun yang tahu apa itu orgasme. Bahkan, dalam bahasa Hindi tidak ada kata yang sama dengan ‘orgasme’. Wanita India tidak pernah mengenal orgasme. Bahkan wanita Barat mulai tahu tentang orgasme hanya tiga puluh tahun yang lalu.

Itu karena penelitian dari para psikolog, psikoanalis dan psikiater. Sigmund Freud, Havelock Ellis, Masters and Johnson – mereka membuka satu pintu baru untuk kenikmatan wanita.

Selama berabad-abad para wanita tidak tahu apa itu orgasme, jadi tentu saja, mereka jijik dengan seks. Mereka berpikir bahwa pria itu hanya memanfaatkan/menggunakan mereka, karena mereka tidak mendapatkan kesenangan apa pun darinya. Tetapi alasannya adalah bahwa pria itu belum mengizinkan para wanita untuk mengalami orgasme.

Di zaman dahulu, pria pasti telah menjadi sadar bahwa seorang wanita bisa mengalami orgasme berkali-kali, dan seorang pria hanya bisa mengalami satu orgasme. Jadi seorang pria itu tidak mampu untuk memenuhi seorang wanita. Entah dia harus memanggil teman-temannya, atau dia harus mendapatkan suntikan hormonal, karena seorang wanita biasanya mampu memiliki enam orgasme, satu setelah yang lain.

Lebih baik tidak membiarkan wanita tahu bahwa dia mampu mengalami orgasme apa pun. Hal ini bisa dihindari, karena vagina wanita tidak sensitif. Vagina harus tidak peka karena ia akan melahirkan seorang anak. Jika vagina sensitif, kelahiran seorang anak akan sangat meningkatkan rasa sakitnya; vagina itu tidak peka dan tetap saja masih ada rasa sakit.

Jadi orgasme wanita tidak ada hubungannya dengan vagina, itu hanyalah mekanisme untuk memiliki anak/reproduksi. Orgasme wanita tidak tergantung pada pria yang berhubungan badan melalui vagina – itu baik untuk memiliki keturunan. Dia memiliki bagian yang terpisah, hanya bagian yang sangat kecil – klitoris – yang tidak dalam cara pria bersetubuh dengannya. Kecuali pria itu memahami ilmu tubuh wanita, yang biasanya tidak ada pria yang mengerti …

Manusia adalah satu-satunya pencinta yang tidak berpengalaman di dunia, karena entah prianya tidak memiliki pengalaman sebelum pernikahanmu, atau wanitanya juga tidak memiliki pengalaman sebelum menikah. Ini adalah dunia yang sangat aneh. Ketika dua orang akan hidup bersama sepanjang hidup mereka, mereka tidak memiliki pengalaman apa pun, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Klitoris wanita adalah organ yang memberikan kenikmatan baginya, dan itu bukan bagian dari vaginanya. Ejakulasi pria hanya dua menit atau tiga menit paling banyak. Dan dia harus cepat, karena jika engkau sedang melakukan dosa, lakukanlah itu dengan cepat. Jangan lakukan itu terlalu lama, jika tidak, ingatlah api neraka.

Kecuali seorang pria memahami tubuh seorang wanita, yang tidak pernah dia pedulikan … seluruh tubuh wanita sensitif secara seksual. Seluruh tubuh pria tidak sensitif secara seksual. Seksualitas pria itu sangat lokal; itu hanya ada di mesin seksualnya. Seluruh tubuh wanita adalah seksual, dan kecuali jika pria itu bermain dengan seluruh tubuh wanitanya dan membangkitkan tubuh wanitanya – itulah pemanasan … Tidak ada pria yang ingin melakukannya, karena itu akan memakan waktu terlalu lama, dan seseorang harus cepat sebelum Tuhan datang. Jadi tidak ada lagi pemanasan!

Orang Kristen khususnya, memperkenalkan posisi misionaris, di mana si cantik berada di bawah, dan si binatang berada di atas. Wanita malang itu harus berbaring hampir mati, dan hanya kemudian dia dianggap sebagai seorang wanita terhormat. Hanya pelacur yang menikmatinya. Tidak ada wanita terhormat yang akan mengerang atau merintih, atau mulai meracau atau berteriak karena nikmat. Jadi wanita telah diberitahu untuk mati total saat pria itu sedang bercinta. Inilah cinta yang sepihak. Satu sisi benar-benar mati; sisi lainnya belum terangsang.

Orang-orang yang mengerti seksologi mengatakan wanita harus berada di atas sehingga dia memiliki lebih banyak kemungkinan untuk bergerak, dan pria itu harus berada di bawahnya sehingga dia bisa tetap diam, karena ejakulasinya terjadi hanya dalam dua menit! Jika dia tetap diam dia bisa mengatur untuk dua puluh menit atau tiga puluh menit. Seorang wanita membutuhkan setidaknya sepuluh menit untuk menjadi terangsang. Kesenjangan ini ada di sana, dan itu bisa terpenuhi hanya jika pria itu mengerti bahwa wanita itu bukan sekadar mesin untuk dipakai. Wanita juga satu jiwa, yang sama-sama hidup, dan memiliki semua hak atas kenikmatan seperti yang engkau miliki.

Jadi pemanasan dibutuhkan, dan pria harus berada di bawah dan wanita harus berada di atas. Pria itu harus berbaring seperti wanita terhormat, dan wanita itu harus menjadi bajingan yang sebenarnya (benar-benar liar)! Maka hanya ada satu kemungkinan bahwa mereka mengalami orgasme pada saat yang sama. Ketika mereka berdua mulai berdenyut dan lepas kendali, itulah saat ketika mereka tahu apakah yang dikandung oleh seks. Ini bukan hanya organ untuk memiliki keturunan, tetapi juga organ yang memberikan kenikmatan yang luar biasa. Dan kesenangan itu, menurutku, memberimu kilasan pertama dari meditasi, karena pikiran berhenti, waktu berhenti. Untuk beberapa saat itu tidak ada waktu, dan tidak ada pikiran, engkau benar-benar hening dan bahagia.

OSHO ~ I Celebrate Myself, Chpt 1