Pertanyaan:
Osho terkasih, semakin lama semakin itu terjadi bahwa aku sendirian, dan aku mulai mencintai dan menikmati ruang yang hening ini. Tetapi satu ketakutan muncul: aku takut bahwa dengan cara ini aku akan kehilangan hubungan dengan orang lain dan aku menjadi orang asing. Aku merasakan satu kerinduan mendalam yang membawaku kepadamu, tetapi satu gairah dan keinginan untuk jatuh cinta dengan seseorang tampaknya tidak lagi ada di sana.
Masterku terkasih, bisakah engkau memberitahuku apa yang sedang terjadi? Apakah aku benar atau apakah aku tersesat?

Jawaban OSHO:
Shantam Arjun, pertanyaan yang telah engkau ajukan menimbulkan banyak pertanyaan penting yang akan berguna bagi semua orang. Engkau bertanya, “Semakin lama semakin itu terjadi bahwa aku sendirian, dan aku mulai mencintai dan menikmati ruang yang hening ini. Tetapi satu ketakutan muncul: aku takut bahwa dengan cara ini aku akan kehilangan hubungan dengan orang lain dan aku menjadi orang asing.”

Menjadi sannyasin (pencari kebenaran) berarti menjadi orang asing.

Menjadi sannyasin berarti menjadi orang luar.

Engkau bukan lagi milik kerumunan orang; engkau telah memilih jalan dari seekor singa, untuk menyendiri, daripada jalan dari seekor domba, untuk selalu berada di tengah kerumunan orang. Sekarang setelah hal itu terjadi padamu, bahwa engkau mulai mencintai kesendirianmu, rasa takut juga timbul bahwa engkau mungkin menjadi orang asing; engkau mungkin kehilangan hubungan dengan orang lain.

Pernahkah engkau memikirkan apa yang telah engkau dapatkan dari hubungan dengan orang lain? Apakah hasil akhir dari berada di tengah orang banyak, kecuali kesengsaraan, kecemasan, penderitaan? Apa yang telah selalu menjadi sumbangsih dari orang banyak bagimu? Ya, mereka telah memberimu keserakahan, mereka telah memberimu kekerasan, mereka telah memberimu ambisi, yang semuanya buruk. Mereka telah memberimu kebencian terhadap diri sendiri, mereka telah memberimu keinginan yang terus menerus untuk masa depan – tetapi itu adalah strategi untuk membawamu menjauh dari saat ini.

Dan ingat, kerinduanmu untuk masa depan tidak akan pernah terpenuhi. Semua pemenuhan ada di saat ini.

Dan orang-orang yang telah mencapai apa pun yang berharga adalah mereka yang memiliki keberanian untuk menjadi orang asing.

Memang ada rasa takut pada awalnya, karena semakin engkau menjadi orang asing, semakin engkau dikutuk; semakin engkau menjadi orang asing, semakin engkau merasa dirimu tanpa dukungan apa pun.

Engkau selalu didukung dan engkau telah melupakan bahwa engkau bisa berdiri sendiri; tidak perlu dukungan apa pun. Sesungguhnya semua dukungan telah membuatmu lumpuh. Jika seorang anak didukung, digendong sejak awalnya, ia tidak akan pernah belajar berjalan sendiri.

Menjadi orang luar berarti engkau telah menjatuhkan semua yang telah diberikan oleh masa lalu sebagai warisan. Warisan itu tidak memiliki apa pun yang indah di dalamnya; penuh pertumpahan darah, perang, kebencian. Tidak ada satu hal pun yang datang kepadamu sebagai warisan yang bisa dinikmati. Jika engkau waspada – dan kesendirianmu pasti akan membuatmu sangat waspada – engkau akan dapat melihat bahwa engkau telah membawa semua jenis sampah yang diberikan untukmu oleh generasi yang lebih tua. Tidak ada apa pun yang bernilai, karena apa pun nilai yang bernilai harus ditemukan sendiri; itu tidak bisa diberikan kepadamu oleh orang lain.

Di tengah kerumunan, gagasannya sangat kuat bahwa engkau bisa mendapatkan pengetahuan dari orang lain; bahwa engkau bisa menjadi bijak dari nasihat orang lain; bahwa engkau bisa menjadi religius dengan percaya pada orang lain; bahwa engkau bisa menjadi spiritual jika engkau patuh pada perintah-perintah Tuhan. Tetapi selalu orang lain yang harus engkau hormati. Engkau sendiri sama sekali tidak berharga; sesuatu yang berharga akan terjadi padamu hanya melalui orang lain. Gagasan ini telah disebarkan dan semua orang diracuni oleh gagasan ini. Itulah ketakutan ketika engkau mulai bergerak di jalan setapak kecil, meninggalkan jalan raya .…

Rasa takut itu wajar, tetapi harus dibuang. Untuk terbawa oleh rasa takut akan sangat tidak cerdas .…

Begitu engkau menjadi orang luar, tetap, sah, engkau akan terkejut bahwa sekarang hubungan yang asli mulai terjadi, karena sekarang engkau berhubungan dengan dirimu sendiri. Engkau memiliki daya tarik yang magnetis sehingga mereka yang sedang mencari, mereka yang sedang menelusuri, mereka yang merindukan sesuatu terjadi dalam hidup mereka – mereka yang tidak ingin menjalani kehidupan yang kosong dan tidak berarti akan mulai berhubungan denganmu.

Hubungan ini akan memiliki arti yang luar biasa. Engkau akan saling memuaskan tanpa saling menghancurkan. Engkau akan mencintai tetapi tidak cemburu. Engkau akan membantu tetapi engkau tidak akan memperbudak. Engkau akan mendukung – tetapi tidak mengeksploitasi; hanya karena cinta, keramahan, keluar dari pemahamanmu, apa pun yang terjadi akan benar.

Tentu saja engkau tidak akan menjadi bagian dari dunia besar dari orang terbelakang yang usia mentalnya tidak lebih dari empat belas tahun. Ini cukup untuk menjadi tukang pos atau kepala stasiun atau presiden – hal sepele apa pun. Aku tidak melihat perbedaan antara kepala stasiun dan presiden suatu negara: keduanya lalat kecil yang berpura-pura menjadi sesuatu yang hebat. Engkau tidak akan berhubungan dengan orang-orang yang terbelakang secara kejiwaan ini, tetapi engkau akan berhubungan dengan manusia yang nyata, asli, cerdas, penuh kasih yang memiliki pemahaman, yang memiliki welas asih. Dan karena mereka dapat mencintai diri mereka sendiri, mereka juga dapat mencintaimu.

Pengalamanku, Arjun, sangat berbeda. Saat kebutaanku menghilang, saat aku menemukan keberadaanku sendiri, aku tidak bisa percaya bagaimana orang-orang mulai mendatangiku. Aku tidak pernah memasang iklan di koran mana pun, dan tiba-tiba, saat berjalan di jalanan, seseorang akan mencegatku, dengan merasa sedikit malu karena dia mencegat orang yang benar-benar asing. Dia akan berkata, “Sesuatu di dalam dirimu membuatku merasa bersahabat denganmu.”

Aku akan berkata, “Berapa banyak teman yang aku sanggup?”

Salah satu teman mengatur bungalo untukku. Bungalo itu cukup besar, tetapi segera itu terus-menerus penuh dengan tamu yang datang dari tempat yang jauh. Aku mengatakan kepada temanku, “Sesuatu harus dilakukan karena kita tidak punya tempat.” Aku telah menderita karena kurangnya tempat sepanjang hidupku, dan aku masih tetap menderita.

Beberapa sannyasin terus-menerus mencari lebih banyak tempat, karena lebih banyak orang yang datang, mengancam bahwa mereka akan datang!
Aku tidak pernah menemukan diriku sebagai orang asing. Sebaliknya, aku telah menemukan orang-orang yang berada dalam gelombang yang sama. Aku telah menemukan orang-orang yang dipenuhi dengan musik yang sama. Perlahan, perlahan-lahan orang-orang mulai datang dari luar India, dan sekarang mungkin ini adalah satu-satunya pertemuan di dunia yang memiliki saudara lelaki, saudara perempuan, di setiap negara.

Namun di sana tidak ada gereja, tidak ada dogma, tidak ada sistem kepercayaan. Apa yang menyatukan semua orang ini? Aku tidak menjanjikanmu surga apa pun, dan aku juga tidak mengancammu dengan neraka apa pun “jika engkau tidak percaya padaku, waspadalah terhadap kegelapan abadi dan api neraka.” Aku juga tidak membuatmu takut, aku juga tidak membuatmu serakah untuk kesenangan di surga. Aku tidak menjanjikan apa pun kepadamu; sesungguhnya aku mengambil semua janji yang telah diberikan orang lain kepadamu.

Mengapa komune kecil ini menjadi komune internasional? Aku tidak merasa engkau akan tinggal lama sebagai orang asing atau orang luar jika engkau menikmati kesendirianmu dan keindahan yang menghujani saat engkau adalah keheningan murni dan tidak ada yang lain, dan bunga-bunga yang mekar di musim semi dari kesendirian itu. Engkau akan menemukan untuk pertama kalinya orang-orang yang menjadi milikmu.

Itu tidak akan memerlukan banyak usaha darimu untuk mencarinya. Sangat sulit untuk mencari, tetapi jika engkau hanya tinggal dalam keheninganmu, keheninganmu akan terdengar lebih keras daripada suara apa pun. Cintamu akan mulai memancar, menyebarkan jalanya, menarik orang tanpa mereka bahkan sepenuhnya menyadari ke mana mereka sedang pergi dan untuk apa. Mereka akan menyadari hanya ketika mereka telah tiba dan menjadi bagian dari karavan besar ini. Apa yang terjadi padamu adalah salah satu hal terbesar yang dapat terjadi pada seseorang. …

Begitu engkau merasakan sesuatu yang berkualitas lebih tinggi, wajar saja bahwa hal-hal berkualitas rendah tidak akan menarik bagimu. Jika kerinduan telah muncul dalam dirimu untuk mendekatiku … sekarang engkau tidak bisa berpikir tentang melanjutkan gairah lamamu dan keinginan dan hubungan cinta yang dulu engkau anggap hebat. Sekarang engkau memiliki hubungan cinta terhebat yang mungkin.

Hubungan seperti itu akan terjadi semakin lama semakin banyak. Engkau akan hidup di tingkat kesadaran yang sama sekali berbeda, dan tingkat yang lebih rendah akan tertinggal jauh. Tapi engkau bukan pecundang, engkau adalah pemenang.

Engkau sedang bertumbuh.

Engkau khawatir apakah engkau benar atau engkau tersesat. Sejauh itu menyangkut kerumunan, engkau tidak benar, tidak pernah bisa benar, dan engkau pasti akan tersesat. Itu akan menjadi penghakiman dari kerumunan. Karena engkau telah meninggalkan kerumunan, kitab suci mereka, agama mereka, ideologi mereka, engkau bukan milik mereka, tentu saja, menurut mereka engkau tidak benar, tidak pernah bisa benar, dan engkau tentu saja tersesat.

Tetapi menurutku engkau telah tersesat dengan benar. Tidak ada yang lebih benar daripada tersesat dari kerumunan.

OSHO ~ Satyam Shivam Sundaram, Chpt 28